PERISTIWA 10 NOVEMBER 1945

    Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya
Pada tanggal 29 September 1945 tentara Inggris yang berpangkalan di Singapura mendarat di jakarta.jendral sir Philip Christiani memimpin pendaratan ini kedatangan tentara Inggris ini atas nama sekutu dan bertujuan melucuti senjata tentara jepang.
    NICA adalah suatu bentuk pemerintahan  sipil
Yang dibentuk oleh Belanda dan berpusat di Australia.NICA kepanjangan dari Nether Lands Indira Civil Administratifnya yang berarti pemerintahan sipil Belanda atas indonesia.NICA di pimpin oleh Dr.H.J.van Mook. KNL adalah tentara sewaan kerajaan belanda.Anggota KNIL adalah orang orang yang dibebaskan dari tahanan Jepang yang berada di Jakarta,bandung,dan Surabaya
Pada tanggal 25 oktober 1945 Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby pemimpin pendaratan tentara Inggris di Surabaya.Tentara Sekutu bertugas melucuti tentara Jepang dan membebaskan interniran (tawanan perang).
Tetapi sayang,Inggris mengingkari janjinya
Pada tanggal 26 Oktober 1945 malam harinya
,tentara Inggris di bawah pemimpinan kapten Shaw menyerbu penjara Kalisosok,surabaya.penyrbuan itu berhasil membebaskan kolonel huiyer,yaitu seorang kolonel Angkatan laut Belanda yang ditawan Jepang.
Pada tanggal 27 Oktober 1945 tentara Inggris
   menduduki pangkalan udara Tanjung Perak,kantor Pos Besar,dan Gedung Bank Internasional.pada siang harinya (pukul 11.00) pesawat terbang Inggris menyebarkan pamflet (selebaran).isi pamflet itu adalah perintah agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjata senjata yang di rampas dari tentara Jepang.
    Aksi-aksi tentara Inggris tersebut telah
membangkitkan kanperlawanan dari rakyat Surabaya.Maka,pertempuran tidak bisa dihindari lagi.pertempuran tersebut berlangsung selama dua hari (27-29 Oktober 1945)
Pada tanggal 29 Oktober 1945,tempat -tempa
   Yang telah dikuasai sekutu dapat direbut kembali oleh para pemuda.untuk menyelamatkan pasukan Inggris dari bahaya kehancuran,komandan Sekutu menghubungi Presiden Soekarno.Bung Karno bersama-sama dengan jendral D.C Hawthorne tiba di Surabaya pukul 11.30.
Presiden Soekarno didampingi Wakil Presiden
Drs.Moh.Hatta dan Mentri penerangan Amir Syarifudin segera berunding dengan Mallaby.
   Pada tanggal 30 Oktober 1945 disepakati
menghentikan pertempuran.Namun,pada sore harinya pukul 17.00 terjadi lagi pertempuran di Gedung Bank Internatiob dekat Jembatan Merah,Surabaya.Dalam peristiwa itu Brigjen A.W.S.Mallaby tewas terbunuh .pasukan Inggris dan masyarakat luar negeri sangat terkejut atas peristiwa tersebut.Maka pada tanggal 9 November,Inggris mengeluarkan ultimatum (ancaman).isi ultimatum tersebut berbunyi sebagai berikut.
Semua pemimpin dan para pemuda Indonesia harus menyerahkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentukan.kemudian menyerahkan diri sambil mengangkat tangan,selambat lambat nya pukul 06.00 tanggal 10 November 1945.jika sampai batas waktunya tidak menyerahkan senjata,maka Surabaya akan kami serang dari darat,laut,dan udara.

Comments

Post a Comment